Ini adalah pengalaman pertama ku menulis blog, karena mungkin di sela - sela waktu kerja ku, aku membutuhkan sesuatu untuk berbagi pengalaman yang mungkin buat orang lain tidak seberapa, namun bagiku cukup seperti rollercoaster.
Aku bertemu suami ku di kantor, kita pacaran setahun dan di tahun ke dua dia melamar ku dan kami pun menikah. Kehidupan pernikahan kami bisa di bilang Allhamdulillah lancar walau pasti ada kerikil - kerikil tajam Hahahhaha siapa yangg ngga kan yaa.. tapi kami bisa abaikan itu. Selama setahun kita menikah, kita belum juga di karuniai seorang anak, hingga akhirnya di tahun 2017, bulan Januari, aku sadar bahwa aku telah hamil 2 bulan!! Woow Betapa senangnya kami, begitu juga teman - teman kantor ku.
Sebelumnya di bulan Desember 2016, kita sempat berdiskusi untuk memilih jalan hidup seperti apa, karena pada awal pernikahan kita, kita berkomitmen akan selalu melakukan perubahan dalam hidup kita. Dan kita pun memutuskan bahwa suami akan mengambil gelar S2 nya di US, San Antonio tepatnya. Keputusan ini kita sampaikan ke mama ku yang memang tinggal di sana bersama suaminya, dan mereka meng amini keputusan kita.
Setelah mendapat restu dari mama ku, kita pun mulai melakukan persiapan - persiapan untuk menjadi International Student, dan suami ku memilih University of Texas at San Antonio (UTSA).
Dannn.. di mulai lah prosesnya, yaitu yang pertama, kami harus mendaftar dan mengikuti beberapa test untuk bisa masuk ke univeristy mereka.
Test - test nya adalah Toefl dan GMAT, untung nya suami ku lulusan NY untuk S1 nya, jadi tidak di haruskan ikut Toefl lagi, hanya GMAT test nya saja. Suami butuh waktu kurang lebih satu bulan untuk belajar sebelum mengambil test GMAT ini. Oh iya, untuk test ini kita harus bayar kurang lebih USD 250, dan tempat test nya mereka yang tentuin. Kebetulan saat itu tempat test kami di Gedung Setia Budi. Kami mulai membeli buku untuk belajar GMAT ini yang tebelnya lumayaaaannn tebel, dan kita bisa beli buku ini di mana saja, saat itu kami beli di Gramedia.
Terima Kasih
Aku bertemu suami ku di kantor, kita pacaran setahun dan di tahun ke dua dia melamar ku dan kami pun menikah. Kehidupan pernikahan kami bisa di bilang Allhamdulillah lancar walau pasti ada kerikil - kerikil tajam Hahahhaha siapa yangg ngga kan yaa.. tapi kami bisa abaikan itu. Selama setahun kita menikah, kita belum juga di karuniai seorang anak, hingga akhirnya di tahun 2017, bulan Januari, aku sadar bahwa aku telah hamil 2 bulan!! Woow Betapa senangnya kami, begitu juga teman - teman kantor ku.
Sebelumnya di bulan Desember 2016, kita sempat berdiskusi untuk memilih jalan hidup seperti apa, karena pada awal pernikahan kita, kita berkomitmen akan selalu melakukan perubahan dalam hidup kita. Dan kita pun memutuskan bahwa suami akan mengambil gelar S2 nya di US, San Antonio tepatnya. Keputusan ini kita sampaikan ke mama ku yang memang tinggal di sana bersama suaminya, dan mereka meng amini keputusan kita.
Setelah mendapat restu dari mama ku, kita pun mulai melakukan persiapan - persiapan untuk menjadi International Student, dan suami ku memilih University of Texas at San Antonio (UTSA).
Dannn.. di mulai lah prosesnya, yaitu yang pertama, kami harus mendaftar dan mengikuti beberapa test untuk bisa masuk ke univeristy mereka.
Test - test nya adalah Toefl dan GMAT, untung nya suami ku lulusan NY untuk S1 nya, jadi tidak di haruskan ikut Toefl lagi, hanya GMAT test nya saja. Suami butuh waktu kurang lebih satu bulan untuk belajar sebelum mengambil test GMAT ini. Oh iya, untuk test ini kita harus bayar kurang lebih USD 250, dan tempat test nya mereka yang tentuin. Kebetulan saat itu tempat test kami di Gedung Setia Budi. Kami mulai membeli buku untuk belajar GMAT ini yang tebelnya lumayaaaannn tebel, dan kita bisa beli buku ini di mana saja, saat itu kami beli di Gramedia.
Terima Kasih
Comments
Post a Comment